SBB, MALUKU -Langkah Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, tak main-main. Langsung menyambangi tiga negeri yang penuh semangat — Hualoy, Tomalehu, dan Latu — beliau duduk bersama para petani, menatap masa depan yang lebih cerah lewat satu tanaman istimewa: Cengkih Utang.
Ini bukan sekadar tanaman biasa. Cengkih Utang adalah harapan baru yang tumbuh di tanah Maluku. Bayangkan: tak butuh perawatan rumit, namun menyuguhkan keajaiban alam — cukup 2 hingga 3 tahun dari bibit hingga berbuah, dan yang luar biasa: dua kali panen setiap tahun! Sebuah rekor yang tak dimiliki cengkih pada umumnya. Nilai jualnya pun tak kalah bersinar, menjadikannya ladang keuntungan yang nyata bagi para petani. Kamis, 24 September 2026.
“Cengkih Utang ini harus terbang menembus pasar lokal, bahkan melesat hingga ke pasar nasional!,” tegas Bupati Asri Arman di hadapan kelompok tani. Beliau percaya, potensi luar biasa ini adalah anugerah yang harus dikelola dengan bangga.
Dan kabar gembiranya? Ketiga negeri ini — Hualoy, Tomalehu, dan Latu — telah berdiri tegak, siap menjadi pusat penyuplai bibit Cengkih Utang terbaik. Berkualitas prima, hargapun ramah di kantong. Semakin banyak petani yang menanam, semakin sejahtera masyarakatnya.
Ini bukan sekadar menanam pohon. Ini adalah menanam harapan, memanen masa depan. Cengkih Utang dari Amalatu — bukti bahwa dari tanah Maluku, lahir keajaiban yang bisa mengangkat derajat keluarga, satu pohon pada satu waktu.
*












