SBB, MALUKU– Ketua TP Posyandu Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Yeni Rosbayani Asri, menegaskan bahwa jabatan hanyalah titipan yang tidak abadi. Oleh karena itu, setiap pemimpin wajib meninggalkan jejak pengabdian yang bermanfaat dan dikenang baik oleh masyarakat.
Pernyataan tulus itu disampaikan Rosbayani saat membuka secara resmi Jambore Kader Posyandu tingkat Kecamatan Taniwel di Balai Desa Taniwel, Rabu (2/9/2026).
“Jabatan hanya sementara, bukan seumur hidup. Saya ingin ketika jabatan ini sudah kami tinggalkan nanti, saya tetap dikenang masyarakat SBB — khususnya melalui program PKK dan Posyandu — bukan karena jabatan, melainkan karena kebaikan dan pengabdian,” ujar Rosbayani dengan tegas.
Ia menekankan bahwa jambore ini bukan sekadar seremoni semata, melainkan momentum berharga untuk meningkatkan wawasan, keterampilan, dan kualitas seluruh kader Posyandu agar mampu menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Tujuh Jabatan, Satu Tujuan: Mengabdi dengan Hati
Dalam kesempatan itu, Rosbayani juga menjelaskan peran-peran yang diembannya, sekaligus meluruskan pandangan yang keliru tentang peran tersebut.
“Ada tujuh jabatan yang saya emban diantaranya: Ketua TP PKK, Ketua Posyandu, Ketua Dekranasda, Bunda Paud, Bunda Jenre, Ketua LASQI, dan beberapa lainnya. Semua ini secara otomatis diemban oleh istri kepala daerah di tingkat kabupaten maupun provinsi. Jadi jika ada yang beranggapan peran saya berlebihan atau mengambil alih tugas Bupati, saya rasa pendapat itu keliru,” tegasnya.
Rosbayani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat persatuan dan semangat gotong royong demi masa depan generasi Bumi Saka Mese Nusa.
“Kalau semua bersatu untuk Bumi Saka Mese Nusa, maka hal itu akan berguna bagi anak cucu kita ke depannya. Yang terpenting adalah melayani masyarakat dengan sepenuh hati, sehingga setiap kegiatan yang kita lakukan dapat tercapai dengan baik dan dirasakan manfaatnya oleh semua orang,” ujarnya.
Ia juga menyatakan keterbukaannya terhadap kritik dan saran dari masyarakat. “Saya harus buka mata, buka hati, dan buka telinga. Saya siap ditegur dan dikritik, asalkan disampaikan dengan tata krama dan niat yang baik,” tambahnya.
Sementara itu, Plt Camat Taniwel, Jeklyn Niwele, menyambut baik terselenggaranya jambore tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat benar-benar meningkatkan kapasitas dan pengetahuan para kader Posyandu, sehingga pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Kecamatan Taniwel semakin berkualitas.
*





Tinggalkan Balasan