CIANJUR, JAWA BARAT— Musim kemarau ternyata belum berakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi cuaca kering masih akan terus berlangsung hingga bulan Oktober mendatang. Hal ini membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur mulai mengkaji kemungkinan perpanjangan status siaga darurat bencana kekeringan di daerah tersebut.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Cianjur, Samudra Wira Purnama, menjelaskan keputusan ini diambil setelah pihaknya mengikuti rapat koordinasi bersama BPBD se-Jawa Barat dan BMKG guna menyamakan langkah penanganan dampak kekeringan.
“Informasi dari BMKG, kemarau akan terjadi sampai Oktober, sehingga kemungkinan status siaga darurat bencana kekeringan akan diperpanjang. Pasalnya hingga pekan ketiga September, curah hujan yang turun masih tergolong rendah,” ujar Samudra di Cianjur, Kamis, tujuh belas September dua ribu dua puluh enam.
Ia menambahkan, meski beberapa wilayah sempat diguyur hujan, namun hujan yang turun hanya bersifat lokal. Secara keseluruhan, intensitas hujan di Kabupaten Cianjur maupun wilayah Jawa Barat lainnya masih belum mencukupi kebutuhan masyarakat.
Saat ini, upaya penyaluran air bersih terus digencarkan. BPBD Cianjur bergerak bahu-membahu bersama Perumdam Cianjur, Kepolisian Resor Cianjur, dan Palang Merah Indonesia Cabang Cianjur untuk mendistribusikan kebutuhan air bersih ke sejumlah kecamatan yang terdampak setiap harinya.
Di tengah cuaca yang masih kering, Samudra juga mengimbau keseluruhan masyarakat untuk tetap waspada. Sepanjang tiga bulan terakhir, tercatat sudah ada empat puluh tujuh kejadian kebakaran lahan yang terjadi di Cianjur.
“Kami meminta masyarakat, termasuk para pengguna jalan, untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Jangan membakar sampah dan jangan membuang puntung rokok sembarangan. Satu percikan api saja bisa memicu kerugian yang besar,” pesannya.
Masyarakat diharapkan tetap menghemat penggunaan air dan selalu berhati-hati dengan api hingga cuaca membaik.
****












